Jakarta - Pro-kontra masih terus berlanjut terkait
pelarangan konser Lady Gaga di Jakarta. Budayawan dan aktivis Ratna
Sarumpaet menilai pencekalan konser tersebut bisa melukai demokrasi
bangsa.
"Kalau sampai dilarang, secara resmi itu melukai
demokrasi bangsa. Katanya demi kebaikan masyarakat, masyarakat yang
mana? Banyak kelompok yang menolak, kelompok siapa? Tiket konser itu
puluhan ribu jumlahnya, berarti yang beli tiket tidak menolak. Kenapa
yang tidak menolak itu tidak diajak bicara," ujar Ratna ketika
berbincang dengan detikHOT, Rabu (16/5/2012).
Berkali-kali Ratna
menegaskan dirinya tidak punya kepentingan dengan konser Lady Gaga. Ia
juga bukan penggemar Lady Gaga. Hanya saja saat ini konser Lady Gaga
menjadi kasus yang sedang disorot.
Pelarangan konser membuat
badan hukum Indonesia justru terlihat lemah. Karena masalah ini telah
menjadi isu internasional. Kebebasan berekspresi masyarakat Indonesia
juga telah dianggap ternodai karenanya.
"Ini dampaknya akan sangat jauh. Dari situ bisa mematikan bisnis kita. Kalau ini terjadi bisa jadi Indonesia mundur," jelasnya.
Salah
satu ormas yang sejak awal menolak konser Lady Gaga adalah Front
Pembela Islam (FPI). Ratna menilai, FPI tidak punya kepentingan dalam
hal tersebut. Ratna menyayangkan kenapa FPI muncul saat semua baik-baik
saja.
sumber: Detik.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar